Senin, 10 Agustus 2020

BANK SOAL IPS KELAS 8

 SOAL LATIHAN IPS KELAS 8 SEMESTER 1. ASEAN

  • 1. Berikut ini adalah wakil pendiri ASEAN dari negara Indonesia adalah ....
A) M Hatta
B) Adam Malik
C) BJ Habibie
D) Ir soekarno
  • 2. Yang merupakan ibu kota negara Malaysia adalah ....
A) Sabah
B) Kelantan
C) Serawak
D) Kuala Lumpur
  • 3. Puncak tertinggi di Thailand adalah ....
A) Gunung Dhiu watcah
B) Gunung Doi Inthanon
C) Gunung Launehgtur
D) Gunung Tennaserim
  • 4. Berikut ini manakah yang bukan hasil dari hutan tropis Thailand ....
A) kayu besi
B) bakau
C) jati
D) eboi
  • 5. Bahasa resmi negara Thailand adalah...
A) Quadcin
B) Shanto
C) Thai
D) Melayu
  • 6. Yang merupakan Ibu kota negara Fillipina adalah ....
A) Bangkok
B) Yangoon
C) Vientiene
D) Manila
  • 7. Di Brunai Darusalam, kepala pemerintahan dipegang oleh....
A) Presiden
B) Raja
C) Sultan
D) Menteri
  • 8. Pulau Luzon adalah pulau besar di negara....
A) Myanmar
B) Fillipina
C) Kamboja
D) Malaysia
  • 9. Di Kamboja kepala negara dipimpin oleh ....
A) raja
B) menteri
C) sultan
D) presiden
  • 10. negara manakah di ASEAN yang memiliki angka harapan hidup tertinggi ....
A) Malaysia
B) Singapura
C) Indonesia
D) Vietnam
  • 11. Pada tanggal 7 Januari 1984, terdapat tambahan negara yang berbagung di dalam ASEAN, negara manakah yang bergabung tanggal tersebut ....
A) Vietnam
B) Malaysia
C) Myanmar
D) Brunai Darussalam
  • 12. Thanat Khoman adalah salah satu perwakilan pendiri wakil dari negara .....
A) Filipina
B) Malaysia
C) Thailand
D) Indonesia
  • 13. Berdasarkan piagam ASEAN, pemilihan ketua ASEAN didasarkan pada abjad nama negara anggota ASEAN dalam bahasa....
A) Thailand
B) Malaysia
C) Singapura
D) Inggris
  • 14. Manakah dari negara anggota ASEAN berikut ini yang belum pernah dijajah adalah ....
A) Singapura
B) Kamboja
C) Vietnam
D) Thailand
  • 15. Berdasarkan letaknya maka iklim dari negara Brunai Darussalam adalah....
A) Dingin
B) Sedang
C) Tropis
D) Subtropis
  • 16. Di negara manakah dari anggota asean berikut yang kepala negaranya seorang sultan....
A) Brunai Darussalam
B) Kamboja
C) Filipina
D) Indonesia
  • 17. Berikut ini, manakah yang negaranya bukan berbentuk republik .....
A) Vietnam
B) Singapura
C) Laos
D) Thailand
  • 18. Manakah dari negara berikut ini, yang negaranya berbentuk monarki konstitusional ....
A) Myanmar
B) Vietnam
C) Kamboja
D) Thailand
  • 19. Brunai Darussalam sangat kaya sumber daya alam minyak bumi yang berada di wilayah ....
A) Lango
B) Miri
C) Belait
D) Kuala
  • 20. Sungai mekong adalah sungai yang mengaliri pertanian di negara ....
A) Thailand
B) Laos
C) Myanmar
D) Kamboja
  • 21. Negara manakah aku, aku meiliki dua pulau besar yang bernama Luzon dan Mindanau ....
A) Laos
B) Myanmar
C) Filipina
D) Kamboja
  • 22. APakah kepanjangan IPM dalam penghitungan kualitas penduduk .....
A) Indeks Perolehan Mutu
B) Indeks Pembangunan Manusia
C) Indeks Pengitungan Masyarakat
D) Indeks Perhitungan Manusia
  • 23. Etnis %Thai adalah etnis terbanyak dari suatu negara di ASEAN, yaitu negara ....
A) Kamboja
B) Malaysia
C) Laos
D) Thailand
  • 24. Berikut ini negara di ASEAN yang penduduknya mayoritas beragama Buddha adalah ....
A) Singapura dan Laos
B) Thailand dan Vietnam
C) Malaysia dan Thailand
D) Singapura dan Myanmar
  • 25. Berikut ini yang bukan hasil dari cetak biru ASCC ASEAN adalah....
A) hak-hak dan keadilan sosial
B) perlindungan dan kesejahteraan
C) pembangunan manusia
D) Mensejahterakan kehidupan negara
  • 26. Berikut ini manakah yng bukan kegiatan kepemudaan negara ASEAN ....
A) Program kapal pemuda ASEAN Jepang
B) ASEAN Youth Leadhership
C) world Cup
D) ASEAN youth forum
  • 27. Kepanjangan dari AFTA adalah ....
A) ASEAN Federasi Trade Asia
B) ASEAN Federation Tourism Area
C) ASEAN Free Trade Area
D) ASEAN Free Tousim Asia
  • 28. Daerah yang subur dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di neegara Myanmar adalah ....
A) LEmbah sungai sitthang
B) Arakan
C) Chaok
D) Tennaserim
  • 29. Sungai Chao Praya adalah sungai yang terkenal dari negara
A) Fillipina
B) Laos
C) Myanmar
D) Thailand
  • 30. Sebuah merek mobil Proton berasal dari salah satu negara ASEAN yaitu negara ....
A) Singapura
B) Malaysia
C) Laos
D) Thailand
  • 31. Nama lain dari Indeks Pembangunan Manusia adalah ....
A) Huan Developmen Index
B) Tingkat kesejahteraan hidup
C) Angka Harapan hidup
D) Angka pertumbuhan penduduk
  • 32. Berikut ini yang bukan merupakan faktor penghambat kerjasama negara di ASEAN adalah ....
A) Agama suatu negara
B) Kebijakan pemeritah
C) PErang antar negara
D) KEamanan negara
  • 33. AADMER adalah kerjasama ASEAN dalam bidang ....
A) perekonomian
B) Jasa
C) Tanggap bencana
D) Perdaganan
  • 34. Balai Penelitian Padi ASEAN bra di negara....
A) Thailand
B) Indonesia
C) SIngapura
D) Myanmar
  • 35. Berikut ini yang bukan termasuk tiga pilar ASEAN adalah .....
A) Masyarakat keamanan ASEAN
B) Masyarakat Ekonomi ASEAN
C) Masyarakat Politik ASEA
D) Masyarakat Sosial budaya ASEAN
  • 36. Perjanjian AFTA ditanda tangan pada ....
A) 31 Desember 2013
B) 31 Desember 2012
C) 31 Desember 2015
D) 31 Desember 2014
  • 37. Berikut ini manakah yang tidak termasuk negara pendiri AEAN ....
A) Filipina
B) Malaysia
C) Singapura
D) Laos
  • 38. Keputusan tertinggi ASEAN tedapat pada ....
A) Dewan Koordinasi ASEAN
B) Sekretariat Nasional ASEAN
C) Dewan masyarakat ASEAN
D) Konferensi tingkat tinggi ASEAN
  • 39. Sekjen ASEAN berkedudukan di salah satu negara ASEAN, yaitu di negara....
A) Singapura
B) Indonesia
C) Laos
D) Malaysia
  • 40. Ibu Kota negara Singapura adalah ....
A) Kedah
B) Serawak
C) Kelantan
D) Singapura
  • 41. Ibu kota negara Vietnam adalah ....
A) Manila
B) Hanoi
C) Bangkok
D) Vientiene
  • 42. Ibu kota negara KIamboja adalah ....
A) Phnom phenh
B) Manila
C) Vientiene
D) Hanoi
  • 43. Batas sebelah barat negara Indonesia adalah ....
A) Laut Cina Selatan
B) Samudra Hindia
C) Malaysia
D) Papua Nugini
  • 44. Negara malaysia, sebelah utara berbatasan dengan negara ....
A) Thailand
B) Indonesia
C) Singapura
D) Myanmar
  • 45. Batas utara dari negara Singapura adalah negara ....
A) Indonesia
B) Brunai Darussalam
C) Malaysia
D) Fillipina
  • 46. Batas wilayah sebelah selatan negara Brunai Darussalam adalah negara ....
A) Malaysia
B) Indonesia
C) Filipina
D) Singapura
  • 47. Salah satu negara di ASEAN yang tidak memiliki garis pantai adalah negara ....
A) Kamboja
B) Singapura
C) Brunai
D) Laos
  • 48. Batas sebelah barat dari negara Thailand adalah ....
A) Malaysia
B) Myanmar
C) Kamboja
D) Laos
  • 49. Di negara manakah terlaksananya pertemuan ASEAN Ministerial Meeting On Youth ....
A) Kamboja
B) Laos
C) Myanmar
D) Malayisa
  • 50. Latara belakang kesamaan sejarah dalam pembentukan ASEAN adalah ....
A) Negara maju
B) Neegara maritim
C) Pernah di jajah
D) Negara kepulauan

Answer Key
1.B   2.D   3.B   4.C   5.C   6.D   7.C   8.B   9.A   10.B   11.D   12.C   13.D   14.D   15.C   16.A   17.D   18.D   19.B   20.D   21.C   22.B   23.D   24.B   25.D   26.C   27.C   28.A   29.D   30.B   31.A   32.A   33.C   34.A   35.C   36.C   37.D   38.D   39.B   40.D   41.B   42.A   43.B   44.A   45.C   46.A   47.D   48.B   49.A   50.C  
Created with That Quiz — the site for test creation and grading in math and other subjects.

PTK

 



                

 

 

1.      Judul Penelitian                :  Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar

                                                    Siswa dengan Model  Pembelajaran Number Heads Together  (NHT )  pada materi Peristiwa Proklamasi  Kemerdekaan Indonesia di kelas IX-B  SMP N 1 Simanindo Tahun Ajaran  2018/2019

 

2.       Peneliti                             :  Friska Panjaitan, SPd

  Jenis Kelamin                  :  Perempuan

  Pangkat/ Golongan           :  Penata TK 1, III/d

  NIP                                  : 1981 0903 2006 04 2007

3.       Jabatan Sekarang             :  Guru Mata pelajaran

4.      e-mai                                :  friska panjaitan79 @yahoo.com

5.      Sekolah                            :  SMP Negeri 1 Simanindo

6.      Jangka Waktu Penelitian  :  3 Bulan

7.      Biaya Penelitian               : Sendiri

 

 

 

 

 

Ambarita,  Januari 2019

Mengetahui :

Kepala SMP N 1 Simanindo                                                Peneliti

 

 

John Wilter N                         

KATA PENGANTAR

 

Seraya memanjatkan puji dan syukur kehadirat TYME karena penulis menyadari bahwa berkat rahmatNya, penulis dapat menyelesaikan PTK dengan judul “Peningkatan Aktifitas  dan hasil Belajar  Siswa dengan Model  Pembelajaran Number Heads Together  (NHT) pada  Materi   Peristiwa  Proklamasi  Kemer dekaan Indonesia  di Kelas IX -B SMP Negeri 1 Simanindo Tahun Ajaran 2018/2019”.

Penulis menyadari bahwa PTK ini masih terdapat  kekurangan dan kelemahannya, oleh karena itu kritik dan saran para pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi penyempurnaan PTK ini di masa yang akan datang.

 

Ambarita,  April 2019

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Daftar Isi …………………………………………………………………………………………i-ii

Lembar Permohonan Melaksanakan Penelitian Tindakan kelas………………………………..iii

Lembar Surat Penugasan Melaksanakan Penelitian  tindakan Kelas……………………………………………...iv

Lembar Surat  Undangan Melaksanakan Seminar PTK…………………………………………v

Lembar Berita Acara Seminar PTK……………………………………………………………...vi

Lembar  Daftar Hadir Anggota Peserta Seminar PTK………………………………………….vii

Lembar  Notulen Hasil Seminar PTK.………………………………………………………….viii

Lembar Berita Acara Penyerahan Penelitian Tindakan Kelas Ke Perpustakaan………………ix

Lembar Surat Pernyataan Keaslian PTK…………………………………………………………x

Lembar Dokumentasi PTK…………………………………………………………………xi-xxii

Kata Pengantar………………………………………………………………………………… 

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................1

A.     Latar belakang Masalah........................................................................................ 1

B.     Identifikasi Masalah..............................................................................................3

C.     Pembatasan Masalah............................................................................................. 3

D.     Perumusan Masalah.............................................................................................. 4

E.      Tujuan PTK.......................................................................................................... 4

F.      Manfaat PTK.........................................................................................................5

 

BAB II KAJIAN TEORI

A.     Defenisi Konseptual............................................................................................. 6

1.      Hakikat  Hasil Belajar..................................................................................... 6

2.      Model belajar NHT......................................................................................... 8

B.     Kerangka Berpikir................................................................................................10

C.     Rumusan Hipotesis Tindakan...............................................................................10

 

BAB III. METODE PENELITIAN.......................................................................................... 11

A.Penataan Penelitian............................................................................................................. 11  1.Tempat pelaksanaan  Penelitian................................................................................................................................ 11 2.Subjek penelitian 11 3.Mata Pelajaran..................................................................................................................... 11

4.Jadwal penelitian................................................................................................................. 11

B. Yang diselidiki................................................................................................................... 11

C. Rencana Kegiatan/ Prosedur Penelitian.............................................................................. 12

D.Data ................................................................................................................................... 14

E. Cara Pengumpul Data......................................................................................................... 14

F.Analisis Data dan Refleksi................................................................................................... 18

    1.Menyeleksi dan mengelompokkan data........................................................................... 18

   2.Mendiskripsikan data........................................................................................................ 18

   3.Menyimpulkan data/ memberi makna............................................................................... 18

G. Jadwal Kegiatan................................................................................................................. 19

BAB IV HASIL PENELITIAN

A.     Hasil Penelitian…………………………………………………………………………..20

B.     Pembahasan……………………………………………………………………………...41

C.     Komparasi Penelitian……………………………………………………………………45

BAB V. PENUTUP

A.     Kesimpulan………………………………………………………………………….....49

B.     Saran…………………………………………………………………………………....50

 Daftar Pustaka……………………………………………………………................................51



BAB I

PENDAHULUAN

 

 A.  Latar Belakang Masalah

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan di Ujian Sekolah pada setiap akhir tahun pelajaran yang juga ikut menentukan predikat kelulusan setiap siswa SMP, karena dari pelajaran IPS tersebut diharapkan siswa mampu meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah sosial disekitarnya serta mampu menerapkan ilmu yang mereka dapat dalam kehidupan mereka sehari-hari sehingga penguasaan terhadap materi pelajaran IPS perlu mendapat perhatian khusus. Salah satu materi ajar yang perlu mendapat perhatian khusus itu adalah pada tema Peristiwa sekitar proklamasi yang konten materinya begitu banyak jalinan cerita yang bersifat kronologis serta bersifat berurut.

Permasalahannya kondisi siswa di pembelajaran peristiwa sekitar proklamasi seringkali didominasi oleh kegiatan menulis, mencatat, mendengarkan guru menerangkan, membaca buku. Semua itu adalah aktivitas yang dilakukan oleh otak kiri saja sehingga siswa sering merasa bosan untuk belajar dan kurang memiliki inisiatif untuk aktif secara individu maupun berkelompok.

Problem lainnya juga nampak pada sebuah momen pembelajaran seringkali jika guru memanggil siswa untuk tampil di depan kelas pemandangan yang terjadi nyaris selalu ada dua kondisi yang muncul yaitu ada siswa yang dengan mudah dipanggil maju ke depan kelas, sebaliknya banyak siswa yang selalu sulit untuk memberanikan diri tampil ke depan kelas. Hal lain lagi yang sering terlihat para siswa kurang terkondisi dalam keadaan bahwa tiap individu siswa memiliki peluang yang sama untuk dilibatkan secara aktif, seharusnya tidak melulu para siswa yang pandai saja yang aktif tetapi siswa lainnya pun dapat berperan lebih aktif dari biasanya. Untuk itu perlu dipikirkan model pembelajaran yang memungkinkan semua siswa aktif seperti beberapa model pengelompokkan yang telah banyak kita kenal.

Model pembelajaran yang didominasi oleh guru melalui ceramah-ceramahnya menyampaikan sejumlah informasi/materi pelajaran yang sudah disusun  secara sistematis mengkondisikan siswa dalam tingkat partisipasi yang rendah serta siswa sering berada dalam situasi “tertekan” yang berakibat pada tidak optimalnya pemusatan perhatian pada kemampuan yang harus dikuasainya menjadi rendah termasuk juga aktivitas belajar yang kurang menantang siswa untuk melakukan kerja yang maksimal.  Dan kalau hal ini terus berlanjut maka tujuan pengajaran IPS yang telah disampaikan di atas tidak dapat tercapai.

Selain itu, hal yang menjadi hambatan selama ini adalah pembelajaran IPS oleh guru  seringkali dikemas dengan cara yang konvensional atau tradisional yang selalu melaksanakan rutinitas yang cenderung mengendapkan kreativitas serta seperti menutup mata terhadap perkembangan IPTEK yang sebenarnya memberi kemudahan dalam konteks penyampaian materi pelajaran, namun semua itu seperti terabaikan begitu saja. Dalam hal ini media pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik minat para siswa.

Untuk itulah diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mendorong terciptanya pembelajaran IPS dalam hal ini materi pperistiwa sekitar proklamasi yang berkualitas yang berangkat dari pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa.

Atas dasar semua itu, perlu adanya upaya-upaya agar segala hambatan yang selama ini berlaku dapat segera diatasi. Upaya-upaya yang mampu mengkondisikan seluruh siswa dapat aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu cara agar pembelajaran IPS dapat berlangsung dalam suasana aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) berbasis TIK  dengan  model pembelajaran berkelompok Number Head Together(NHT) interaktif dengan yang memanfaatkan infokus. Strategi ini disinyalir akan lebih bantuan nmampu meningkatkan aktivitas sekaligus hasil belajar siswa.

Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian tindakan kelas untuk membuktikan bahwa melalui  pengelompokkan model Number Heads Together (NHT) interaktif dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas sekaligus hasil belajar siswa, khususnya pada materi Peristiwa sekitar proklamasi  di kelas IX B  SMP Negeri 1 Simanindo

B.      Identifikasi Masalah

Berdasarkan situasi di atas, kondisi yang ada saat ini adalah

  1. Sulitnya siswa memahami materi IPS
  2. Rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS
  3. Hasil belajar siswa kurang optimal.
  4. Guru  IPS masih belum kreatif membuat model pembelajaran  yang menggunakan  teknologi dalam pembelajaran.

C. Pembatasan Masalah

Dari uraian yang ada di bagian  identifikasi masalah, maka permasalahan dalam penelitian ini

Adalah sebatas rendahnya aktifitas siswa dalam pembelajaran IPS dan hasil belajar siswa  kurang optimal

 

 

 

 

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana menerapkan model  NHT interaktif agar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Peristiwa sekitar proklamasi di kelas IX B SMP Negeri 1 Simanindo?
  2. Apakah penerapan model  pembelajaran NHT interaktif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran peristiwa sekitar proklamasi di kelas IX B SMP Negeri 1 Simanindo?

E. Tujuan PTK

a. Meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajarn IPS.

b. Meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS.

c. Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajarn IPS.

d.Menkondisikan Guru dan siswa untuk mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran.

e. Mengoptimalkan potensi otak kanan dan kiri para siswa.

f. Menjadikan guru lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran IPS.

 

 

 

 

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan di bidang pendidikan khususnya dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di pembelajaran IPS. Penelitian ini juga berguna:

1  Bagi Penulis

Merupakan alat untuk mengembangkan diri sebagai guru yang professional.

2  Bagi Siswa

  1. Meningkatnya aktivitas siswa dalam pembelajarn IPS.
  2. Meningkatnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS.
  3. Meningkatnya partisipasi siswa dalam pembelajarn IPS.
  4. Optimalnya potensi otak kanan dan kiri para siswa.

 3  Bagi Guru IPS dan guru lainnya  

  1. Guru mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran.
  2. Guru lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran IPS.
  3. Dapat menjadi bahan acuan dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran dengan media dan model pengelompokkan yang tepat.

4.  Bagi Sekolah

  1. Merupakan sumbangsih bagi pengembangan praktek pembelajaran yang inovatif di SMP Negeri 1 Simanindo
  2. Memotivasi sekolah untuk lebih meningkatkan layanan terhadap peningkatan mutu para guru di SMP Negeri 1Simanindo

 

                                                               BAB. II

                    KAJIAN TEORI

 

    A. Defenisi Konseptual

1.Hakikat Aktivitas Siswa

Aktivitas siswa adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang proses belajar mengajar da memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Peningkatan aktivitas siswa, yaitu meningkatnya jumlah siswa yang terlibat aktif belajar, meningkatnya jumlah siswa yang bertanya dan menjawab, meningkatnya jumlah siswa yang saling berinteraksi membahas materi pembelajaran. Metode belajar mengajar yang bersifat partisipatoris yang dilakukan guru akan mampu membawa siswa lebih berperan dan lebih terbuka serta sensitive dalam kegiatan belajar mengajar.

Indikator aktivitas siswa dapat dilihat dari: pertama, mayoritas siswa beraktivitas dalam pembelajaran; kedua, aktivitas pembelajaran didominasi oleh kegiatan siswa; ketiga, mayoritas siswa mampu mengerjakan tugas yang diberikan guru.

2. Hakikat Hasil Belajar

Menurut Samuel Soeitoe hasil belajar merupakan perubahan mental pada diri pelajar atau modifikasi kecenderunganya. Perubahan yang dimaksud, baik perubahan kognitif, afektif maupun psikomotor. Perubahan-perubahan yang terjadi itu akan berinteraksi, artinya saling mempengaruhi satu sama lain dank an tergambar pada diri siswa.

Lily Budiarjo mengutip pengertian hasil belajar yang dikemukakan Bentley dalam buku The Bussines of Training (1991) bahwa hasil belajar siswa ditandai oleh dua proses yaitu proses menemukan dan proses menerima.

Sedangkan S. Nasution menyatakan bahwa hasil belajar merupakan suatu perubahan pada individu yang belajar, tidak hanya mengenai pengetahuan, tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam diri pribadi individu yang belajar.

Hasil belajar siswa merupakan hasil yang dicapai setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) pada satu mata pelajaran untuk jangka waktu tertentu dan dapat diketahui dari hasil penilaian belajar (evaluasi).

Evaluasi sebagai salah satu komponen pada sistem instruksional yang tak terpisahkan dalam KBM. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian evaluasi. Menurut Wand dan Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai sesuatu. Sesuai dengan pendapat tersebut maka evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunai pendidikan atau yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan.

Menurut Benjamin S. Bloom, evaluasi adalah suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan proses perkembangan ilmu telah berada di jalur yang diharapkan. Dari pengertian tersebut, jelas bahwa peran evaluasi begitu besar dalam kegiatan pendidikan.

Keberhasilan suatu pengajaran umumnya dilihat dari hasil belajar yang diperoleh siswa pada mata pelajaran yang bersangkutan. Selain itu, tingkat motivasi siswa dalam proses belajar mengajar turut membantu tercapainya hasil belajar yang diiinginkan. Keberhasilan dalam proses belajar mengajar tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut bisa timbul dari dalam (intern) dan luar (ekstern) individu. Salah satu faktor intern adalah motivasi siswa yang berperan besar terhadap keberhasilan belajar. Sedangkan salah satu faktor ekstern yang cukup menonjol adalah fasilitas pembelajaran yang dalam hal ini dimaksudkan sebagai sarana komputerisasi serta kemampuan komputer guru itu sendiri. Kedua faktor tersebut sedapat mungkin diarahkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Penilaian terhadap kemajuan dan hasil belajar siswa harus dilakukan secara berkesinambungan dan seobyektif mungkin. Menilai kemajuan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar mempunyai tujuan ganda, yaitu untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kesulitan yang dialami siswa dalam menguasai materi pelajaran dan untuk mengetahui relevansi antara tujuan, materi, metode dan sasaran penyelenggaraan program pembelajaran. Berdasarkan tujuan tersebut siswa dan guru memerlukan umpan balik (feedback) atas upaya yang mereka lakukan sehingga siswa mengetahui hasil belajarnya dan guru juga mengetahui keefektifan strategi pengajaran. Dalam penelitian tindakan kelas ini yang dimaksud dengan penilaian adalah nilai tes di setiap akhir pembelajaran maupun ulangan harian siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan sosial (IPS) materi Peristiwa sekitar proklamasi

3. Hakikat Model NHT Interaktif

Jika kita sebagai guru ingin melihat siswa yang sulit diaktifkan termasuk siswa paling pendiam pun berani tampil ke depan kelas maka ada teknik yang dapat dijadikan alternatif bagi para guru yaitu melalui pemanfaatan Model Pembelajaran Number Heads Together (NHT.)  salah satu model pembelajaran koperatif tipe NHT

        Menurut Slavin ( dalam Isjoni, 2007:12), pembelajaran kooperatif adalah suatu  model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen.

Sedangkan Sunal dan Hans ( dalam Isjoni, 2007:12) mengemukakan pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama proses pembelajaran dan meningkatkan sikap tolong menolong dalam perilaku sosial.

Jhonson ( dalam Isjoni, 2007:17)   medefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai upaya mengelompokkan siswa di dalam kelas ke dalam suatu kelompok kecil agar siswa dapat bekerja sama dengan kemampuan maksimal yang mereka miliki dan mempelajari satu sama lain  dalam kelompok tersebut.

Dari uraian di atas mengenai pendapat para ahli tentang pembelajaran kooperatif dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu  model atau strategi pembelajaran yang mengelompokkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiridari 4-6 orang anggota kelompok dengan kemampuan yang heterogen sehingga siswa dapat bekerja sama dan menumbuhkan sikap perilaku sosial.

Model Pengelompokkan Number Heads Together  (NHT) yang ditemukan oleh Spencer Kagan tahun 1992. Model pembelajaran ini mengkondisikan seluruh siswa menjadi beberapa kelompok kecil dimana tiap anggota kelompok memiliki nomor urut masing-masing yang juga menjadi kode panggil. Cara pemilihan anggota kelompoknya pun diupayakan heterogen dari sisi kemampuan siswanya sehingga distribusi ilmunya akan terjalin dengan baik serta lebih merata .

Numbered Head Together ( NHT) atau penomoran berfikir bersama adalah merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk memengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatife terhadap struktur kelas tradisional. Numbered  Head Together (NHT) pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen  untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Adapun langkah – langkah pembelajaran NHT  yaitu  penomoran, mengajukan pertanyaan, berfikir bersama, dan menjawab.

B. Kerangka Berpikir

Belajar adalah usaha atau proses yang dilakukan oleh seseorang atau individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.

Tugas seorang guru adalah membelajarkan siswa. Berhasil tidaknya siswa dalam belajar ditentukan dari model pembelajaran yang dibuat oleh guru. Guru profesional memciptakan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan kondisi peserta didik akan menciptakan proses belajar yang berhasil menciptakan peserta didik yang aktif dalam belajar yang ditunjukkan dengan prestasi belajar yang baik.

C. Rumusan Hipotesis Tindakan

Penelitian ini direncanakan terbagi ke dalam dua siklus, setiap siklus dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Melalui kedua siklus tersebut dapat diamati peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dengan demikian dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut :

  1. Dengan diterapkan media  NHT interaktif dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia  di kelas IX-B SMP Negeri 1 Simanindo.
  2. Dengan diterapkan media  NHT interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kelas IX-B SMP Negeri 1 Simanindo

 

 

                 BAB. III

METODOLOGI PENELITIAN

 

 A. Penataan Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 1Simanindo untuk mata pelajaran IPS materi Peristiwa sekitar Proklamasi

2.Subjek

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IX-B Tahun Pelajaran 2018/2019  SMP NEGERI 1 SIMANINDO

3.Mata Pelajaran

Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran IPS

4.Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada awal semester genap tahun pelajaran 2018/2019, yaitu bulan   Februari sampai  bulan Maret   2019

5.Karakreristik kelas

Jumlah peserta yang diteliti sebanyak 32 orang, jumlah laki – laki 15 orang dan perempuan 17 orang

B. Faktor yang diselidiki

1. input

(1.1). Lembar Kerja Siswa berupa dokument

(1.2). Rangkuman Materi Peristiwa sekitar Proklamasi (Catatan )

(1.3). Lembar Pengamatan Diskusi.

(1.4). Lembar Evaluasi.

2.  Proses kegiatan belajar mengajar

3.out put

3.1 Hasil aktifitas siswa pada kegiatan belajar

3.2 Hasil belajar siswa

C. Rencana Kegiatan/ Prosedur Penelitian

Penelitian ini direncanakan dilaksanakan dalam 2 siklus.

Siklus pertama dalam PTK ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi sebagai berikut:

1. Perencanaan (Planning)

a.Tim peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa.

b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

c. Menyusun alat evaluasi pembelajaran.

d. Menyusun NHT Interaktif memanfaatkan power point dalam infokus

e. Membuat lembar observasi untuk mendokumentasikan kegiatan siswa.

f. Membuat lembar observasi untuk mendokumentasikan kegiatan guru.

 

 

 

 

2. Implementasi tindakan/ Skenario pembelajaran

URUTAN PEMBELAJARAN

AKTIVITAS

SISWA

METODE

MEDIA

ALOKASI WAKTU

Kegiatan awal

-Membuka pembelajaran

-memberi motivasi

-Menjelaskan manfaat materi dalam kehidupan

Mendengarkan

Ceramah

      -

10 menit

Kegiatan Inti

-Menayangkan gambar tentang Peristiwa Sekitar Proklamasi

Membagi kelas menjadi 4 kelompok

-Memberi pertanyaan tentang materi

Mengamati

 

Diskusi

Tanya jawab

Infokus

Buku pelajaran IPS kelas 9 K13

 

Lembar diskusi

 

60menit

Kegiatan Penutup

Menyimpulkan materi pelajaran

Mengumumkan kelompok terbaik

Menguji kemampuan siswa

Mengumumkan kelompok terbaik

Memberi PR

 Ceramah

 

 

 

 

Mengikuti tes tulisan

 

Tes tulisan

 

 

10 menit

3). Pengamatan (Observation)

a. Situasi kegiatan belajar mengajar.

b. Keterlibatan siswa untuk mengukur seberapa tinggi aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.

c. Kemampuan siswa dalam kerja kelompok maupun individu.

4). Refleksi (Reflecting)

Penelitian tindakan kelas ini berhasil apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Minimal 75% dari jumlah siswa aktif mengikuti pembelajaran.
  2. Minimal 75% dari jumlah siswa memiliki nilai ulangan harian yang mencapai dan/atau melampaui KKM mata pelajaran IPS yaitu 70.

Siklus 2 (2 kali Pertemuan)

Seperti halnya siklus pertama, silus kedua pun terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

D. Data  Penelitian

 1..Jenis data yang akan dikumpul adalah

 1.1data kualitatif

  -1.1.1Keaktifan siswa pada pembelajaran

  -1.1.2Prestasi belajar siswa

 

1.2  data kuantitatif

1.2.1        Hasil ujian lisan

1.2.2        Hasil ujian tulisan

2. Alat Pengumpul Data PTK

2.1.  Tes : menggunakan butir soal/instrumen soal untuk mengukur hasil belajar siswa.

2.2.  Observasi : menggunakan lembar observasi untuk mengukur tingkat aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar IPS.

2.3.  Wawancara : menggunakan panduan wawancara untuk mengetahui pendapat atau sikap siswa dan teman sejawat tentang  model NHT interaktif.

2.5.  Diskusi : menggunakan lembar hasil pengamatan.

2.6. Lembar observasi siswa

  1. Siswa
    1. Tes: rata-rata nilai ulangan harian
    2. Observasi: keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar IPS

 

 

 

 

 

 

 

 

  2.7. Lembar observasi kegiatan guru

 

NO

 

Aktivitas

                   Dilakukan

 

YA

TIDAK

 

1

Awal

1.Guru membuka pertemuan dengan doa lalu memberi salam, menuliskan nama siswa yang tidak masuk dan bertanya kepada siswa apakah sudah siap mengikuti pelajaran

2. mengemukakan kompetensi yang akan dicapai pada pertemuan saat itu.

3. mengaitkan peran/manfaat penguasaan kompetensi dalam kehidupan siswa

 

 

 

 

2

Inti

1.mereviu kembali tentang materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya

2.mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi sekaligus menimbulkan ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran yang akan dipelajari.

 3.memerintahkan kepada seluruh siswa untuk kembali duduk ke kelompoknya masing-masing sehingga para siswa terbagi menjadi 4 (empat) kelompok seperti di pertemuan sebelumnya.

4.Tiap kelompok mempersiapkan materi masing-masing

5.membagikan lembaran bahan diskusi sekaligus bahan kerjaberupa rangkuman materi dalam bentuk catatan.

6 melakukan penilaian menggunakan tabel pengamatan kegiatan siswa.

7. mengundi dengan memanfaatkan NHT Interaktif yang dibuat menggunakan Tabel Penilaian Proses Number Heads Together untuk memilih kelompok mana yang presentasi terlebih dahulu sekaligus anggota kelompok mana yang harus membawakan presentasi tersebut.

8. mengundi lagi untuk memilih secara acak dari kelompok lain untuk bertanya atau memberi tanggapan. Demikian seterusnya juga berlaku untuk kelompok lain.

 

3

Penutup

1menguji penguasaan materi siswa melalui tes tertulis (soal diberikan lewat tayangan Di layar LCD)

 2mengumumkan kelompok terbaik pada pertemuan saat itu dan mengajak seluruh siswa untuk memberikan apresiasi terhadap kelompok terbaik tersebut dengan tepuk tangan.

 memberikan tugas latihan soal (PR) dari Buku BSE Sutarto.

 

 

 

 

E.  Analisis Data dan Refleksi

Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.

  1. Hasil belajar: dengan menganalisis nilai rata-rata ulangan harian yang kemudian dibuat dalam persentase ketuntasan belajar para siswa.
  2. Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar IPS: dengan menganalisis tingkat keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar IPS. Adapun kriteria keberhasilan dapat dikategorikan dalam rentang sebagai berikut:

Kriteria Keberhasilan

≥ 80 %

Sangat Baik

60 % – 79,9%

Baik

40 % – 59,9%

Cukup Baik

20 % – 39,9%

Kurang Baik

< 20 %

Sangat Kurang

.     

 

 

 

 

F.  Jadwal Kegiatan

No

Jenis Kegiatan

 

Januari

Februari

Maret

 

1

Penyusunan proposal

     X

 

2

Pelaksanaan siklus 1

        X

 

3

Pelaksanaan siklus 2

        X

 

4

Tabulasi dan analisis data

        X

 

5

Penyusunan laporan PTK

        X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

                            HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

A. Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Siklus I

a. Perencanaan (Planning)

1) Sebelum menyusun rencana pembelajaran, peneliti melakukan identifikasi

masalah dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilaksanakan pada siklus I.

2) Setelah peneliti mengetahui masalah dan langkah-langkah yang akan

digunakan pada tindakan di siklus I. Peneliti kemudian membuat Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

3) Menentukan pokok bahasan yang akan dijadikan materi bahasan pada penelitian.

4) Mengembangkan skenario pembelajaran.

5) Menyiapkan sumber belajar.

6) Mengembangkan format evaluasi.

7) Mengembangkan format observasi pembelajaran.

 

 

b. Tindakan (Acting)

Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam empat  kali   pertemuan yaitu sebagai berikut.Pada tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan  bagaimana tindakan tersebut dilakukan (Arikunto, dkk 2006:17).

Tahap kedua adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan kelas. Dalam tahap ini peneliti harus ingat dan berusaha menaati apa yang dirumuskan dalam rancangan (Arikunto, dkk 2006:18).

1) Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama

Hari / Tanggal : Kamis,   31 -01   -   2019

Waktu : Jam II dan III (09.35- 10.25  WIB)

Tempat : Ruang Kelas IX-B

a) Peneliti memperkenalkan diri dan menjadi guru sementara di kelas ini. Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa, mengecek absensi siswa serta mengondisikan kelas agar pembelajaran dapat berlangsung secara kondusif.

b) Melakukan apersepsi dengan tanya jawab tentang materi yang akan diajarkan dan pengenalan model pembelajaran  NHT. Setelah siswa siap, guru memulai menjelaskan materi yang didahului dengan memberikan tanya jawab tentang materi sekitar peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945 untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang peristiwa proklamasi yang telah didapat pada pembahasan sebelumnya. Guru antara lain memberikan

pertanyaan dimana proklamasi dibacakan, apa peristiwa yang melatarbelakangi terjadinya proklamasi, serta siapa saja yang terlibat dalam proses perumusan naskah proklamasi.       Dari hasil tanya jawab ternyata dari 36  siswa, yang berani menjawab pertanyaan hanya ada           6 siswa saja, ada sekelompok kecil terlihat bermain sendiri tanpa menghiraukan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Ada yang diam memperhatikan, tetapi ada pula yang diam dengan pandangan kosong.

 Peneliti kembali mengulang pertanyaan sambil mengondisikan suasana agar siswa dapat berkonsentrasi untuk menerima pelajaran. Dari jawaban-jawaban yang didapat, peneliti memperoleh gambaran awal tentang pemahaman siswa terhadap materi ini sebagai modal awal untuk melangkah kepada materi yang diajarkan.

c) Selanjutnya guru menjelaskan tentang peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

d) Guru memandu siswa untuk mengemukakan pendapatnya tentang hal-hal apa saja yang bisa dijadikan permasalahan untuk tugas portofolio kelas yang berhubungan dengan materi ini. Berikut ini beberapa permasalahan yang diambil dengan cara pengambilan suara terbanyak

Siklus I

Permasalahan

1. latar belakang terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945

2. proklamasi dan konstitusi Indonesia dari dulu sampai sekarang

3. Dampak proklamasi bagi Indonesia

4. Tokoh –tokoh yang terlibat dalam proklamasi Indonesia

e) Guru menutup pelajaran

2) Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama

Hari / Tanggal : Kamis -07- 02-   2019

Waktu : Jam V dan VI  (1035 – 11.30 WIB)

Tempat : Ruang Kelas IX-B

a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa, mengecek absensi siswa serta mengondisikan kelas agar pembelajaran dapat berlangsung secara kondusif.

b) Setelah pada pertemuan yang lalu telah disetujui bersama tentangpermasalahan yang akan dibahas pada portofolio kelas, sekarang siswa dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing diberi sumber bacaan sebagai wacana / sumber dalam menjawab atau mencari solusi sementara terhadap isu / masalah yang telah disampaikan siswa.

c) Guru bersama siswa berdiskusi untuk mencari solusi sementara tentang masalah yang telah dikemukakan siswa

d) Guru membimbing siswa untuk menentukan sumber-sumber informasi berkenaan dengan masalah yang dikaji kelas

e) Siswa dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing diberikan tugas sebagai

berikut :

Kelompok I. Pemanggilan 3 tokoh ke Dalat, Vietnam

Kelompok II. Peristiwa Rengasdengklok

Kelompok III Perumusan teks proklamasi

Kelompok IV Pelaksanaan proklamasi

f) Guru bersama siswa berdiskusi tentang tugas-tugas yang harus dilakukanmsiswa di luar kelas antara lain mengumpulkan data melalui wawancara dan pencarian data dari buku, artikel, koran, majalah dan sebagainya. Cara menyusun laporan, dokumentasi. Berikut ini merupakan panduan dalam menjalankan model pembelajaran  NHT

(1) Kelompok  I

Tugas kelompok ini adalah menjelaskan masalah. Kelompok  I  ini menyiapkan  dokumen. Hasil pekerjaan kelompok I untuk seksi penayangan dibuat pada panel pertama yang harus memuat hal-hal sebagai berikut :

(a) Rangkuman masalah secara tertulis Tinjau ulang masalah yang akan dikumpulkan oleh tim peneliti. Rangkumlah apa yang telah dipelajari dalam menjawab pertanyaan- pertanyaan sebagai berikut :

 (1)alasan pemanggilan 3 tokoh ke Dalat

(2) tokoh yang memanggil 3 tokoh tersebut,

 (3) Apa tujuan pemanggilan 3 tokoh  ke Dalat ,

 (4) Siapakah individu, kelompok, atau organisasi utama yang berpihak pada masalah ini ?,

 (5) Pada tingkat atau lembaga apa, jika ada, yang bertanggung jawab mengatasi masalah ? apa yang sedang mereka kerjakan untuk menangani masalah tersebut?

 

(b) Menyajikan masalah secara grafis

Penyajian secara grafis ini dapat dengan peta, gambar, foto, grafik, karikatur, kartun politik, judul surat kabar, tabel statistik dan ilustrasi-ilustrasi lainnya yang dipandang dapat menjelaskan masalah. Ilustrasi tersebut dapat saja berasal dari sumber cetakan atau dapat juga dibuat oleh tim sendiri.

(c) Identifikasi Sumber Informasi

Panel pertama yang merupakan hasil pekerjaan kelompok portofolio I juga harus memuat identifikasi sumber-sumber informasi.

 Tulislah sumber informasi tersebut (orang, lembaga, atau bahan cetak).

Hasil pekerjaan kelompok I untuk seksi dokumentasi diletakkan pada bab I pada portofolio kelas seksi dokumentasi. Bahan-bahan yang didokumentasikan kelompok ini adalah bahan-bahan yang digunakan untuk menjelaskan masalah. Misalnya kelompok portofolio I dapat memasukkan pilihan seperti kliping surat kabar dan majalah, laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat, laporan tertulis ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji, catatan dari komunikasi dengan kelompok-kelompok dalam masyarakat, atau juga petikan dari sejumlah publikasi pemerintah dan sebagainya.

(2) Kelompok Portofolio II

Tugas kelompok ini adalah mengkaji kebijakan-kebijakan alternative untuk mengatasi masalah. Kelompok ini mempersiapkan dua seksi, yaitu untuk seksi penayangan dan untuk seksi dokumentasi dari portofolio kelas. Hasil pekerjaan kelompok portofolio dua untuk seksi penayangan dibuat pada panel kedua, yang harus memuat hal-hal sebagai berikut :

(a) Rangkuman tertulis tentang kebijakan alternatif

Tinjau kembali kebijakan tim peneliti. Tuliskanlah sejumlah kebijakan alternatif yang berhasil dihimpun, hasil dari berbagai sumber informasi yang 50 dikumpulkan. Kajilah setiap kebijakan alternatif tersebut dengan menjawab dua pertanyaan berikut:

(1) kebijakan apakah yang diusulkan?,

(2) Apa keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut?

(b) Menyajikan kebijakan alternatif secara grafis

Penyajian secara grafis ini dapat dengan peta, gambar, foto, grafik, karikatur, kartun politik, judul surat kabar, tabel statistik, dan ilustrasi lainnya yang berkenaan dengan berbagai kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. Ilustrasi tersebut dapat berasal dari sumber cetakan, atau dapat juga dibuat oleh tim sendiri. Setiap ilustrasi yang diambil dari bahan cetakan, hendaknya mencantumkan sumber resmi.

(c) Identifikasi Sumber Informasi

Panel kedua yang merupakan hasil pekerjaan kelompok portofolio dua juga harus memuat identifikasi sumber-sumber informasi. Tulislah sumber-sumber informasi tersebut (orang, lembaga, bahan cetak). Hasil pekerjaan kelompok portofolio II untuk seksi dokumentasi diletakkan pada bab II pada portofolio kelas seksi dokumentasi. Bahan-bahan yang didokumentasikan kelompok ini adalah bahan-bahan yang digunakan untuk mengkaji kebijakan-kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah.

 

Misalnya kelompok portofolio II dapat memasukkan pilihan seperti halnya kelompok portofolio I

(3) Kelompok Portofolio III

Tugas kelompok ini adalah mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah. Kebijakan yang diusulkan harus disetujui oleh mayoritas anggota kelas. Kebijakan yang diusulkan juga hendaknya tidak bertentangan dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. Kebijakan publik yang dipilih dapat mendukung salah satu kebijakan alternatif yang diidentifikasi kelompok portofolio II, memodifikasi salah satu kebijakan, atau

membuat kebijakan kalian sendiri. Kelompok ini mempersiapkan dua seksi, yaitu untuk seksi penayangan dan untuk seksi dokumentasi dari portofolio kelas. Hasil pekerjaan kelompok

portofolio III untuk seksi penayangan dibuat pada panel ketiga, yang harus memuat hal-hal sebagai berikut :

(a) Penjelasan dan jastifikasi tertulis untuk kebijakan yang diusulkan kelas. Kelompok ini hendaknya menjelaskan kebijakan yang dipilih dan alasan mendukungnya. Deskripsikan dalam tulisan seperti berikut:

(1)kebijakan yang diyakini oleh kelas akan dapat mengatasi masalah,

(2)keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut,

(3) menurut pandangan kelas kalian, mengapa kebijakan tersebut tidak melanggar konstitusi danperaturan perundang-undangan negara?,

(4) Tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang harus bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan yang kalian usulkan itu? Mengapa?

(b) Menyajikan kebijakan publik secara grafis

Penyajian secara grafis ini dapat dengan peta, gambar, foto, grafik, karikatur, kartun politik, judul surat kabar, tabel statistik, dan ilustrasi lainnya yang berkenaan dengan berbagai kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. Ilustrasi tersebut dapat berasal dari sumber cetakan, atau dapat juga dibuat oleh tim sendiri. Setiap ilustrasi yang diambil dari bahan cetakan, hendaknya mencantumkan sumber resmi.

(c) Identifikasi Sumber Informasi

Panel ketiga yang merupakan hasil pekerjaan kelompok portofolio III juga harus memuat identifikasi sumber-sumber informasi. Tulislah sumber-sumber informasi tersebut (orang, lembaga, bahan cetak). Hasil pekerjaan kelompok portofolio III untuk seksi dokumentasi diletakkan pada bab III pada portofolio kelas seksi dokumentasi. Bahan-bahan yang didokumentasikan kelompok ini adalah bahan-bahan yang digunakan untuk menyusun kebijakan publik yang diusulkan kelas untuk mengatasi masalah. Misalnya kelompok portofolio III dapat memasukkan pilihan seperti halnya kelompok portofolio lainnya.

(4) Kelompok Portofolio IV

Tugas kelompok IV adalah membuat rencana tindakan. Rencanatindakan ini hendaknya mencakup langkah-langkah yang dapat diambil agar kebijakan yang diusulkan diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah. Seluruh kelas hendaknya terlibat dalam membuat rencana tindakan ini, tetapi kelompok IV akan menjelaskan rencana tindakan dalam panel keempat seksi keempat seksi penayangan dan bab keempat seksi dokumentasi.

Hasil pekerjaan kelompok portofolio empat untuk seksi penayangan yang ditayangkan pada panel keempat, harus memuat hal-hal sebagai berikut :

(a) Penjelasan tertulis bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan pada individu dan kelompok pada masyarakat terhadap rencana tindakan yang diusulkan. Pastikan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

(1) mendeskripsikan individu dan kelompok yang berpengaruh dalam masyarakat yang mungkin hendak mendukung rencana tindakan kelas. Gambarkan secara ringkas bagaimana kelas dapat memperoleh dukungan mereka,

(2) mengidentifikasi kelompok di masyarakat yang menentang rencana tindakan kelas. Jelaskan bagaimana kalian dapat meyakinkan mereka untuk mendukung rencana tindakan kelas.

(b) Menyajikan rencana tindakan secara grafis

Penyajian secara grafis ini dapat dengan peta, gambar, foto, grafik, karikatur, kartun politik, judul surat kabar, tabel statistik, dan ilustrasi lainnya yang berkenaan dengan berbagai kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. Ilustrasi tersebut dapat berasal dari sumber cetakan, atau dapat juga dibuat oleh tim sendiri. Setiap ilustrasi yang diambil dari bahan cetakan, hendaknya mencantumkan sumber resmi.

(c) Identifikasi Sumber Informasi

Panel keempat yang merupakan hasil pekerjaan kelompok portofolio IV juga harus memuat identifikasi sumber-sumber informasi. Tulislah sumber-sumber informasi tersebut (orang, lembaga, bahan cetak).

 

 

Hasil pekerjaan kelompok portofolio IV untuk seksi dokumentasi diletakkan pada portofolio kelas seksi dokumentasi. Bahan-bahan yang didokumentasikan kelompok ini adalah bahan-bahan yang digunakan untuk menyusun rencana tindakan yang diusulkan kelas. Misalnya kelompok  IV dapat memasukkan pilihan seperti halnya kelompok portofolio lainnya.

g) Guru menutup pelajaran

3) Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan ketiga

Hari / Tanggal : RAbu, 13  Februari  2019

Waktu : Jam III dan IV (09 .15 – 10.25 WIB)

Tempat : Ruang Kelas IX-B

a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa, mengecek absensi siswa serta mengondisikan kelas agar pembelajaran dapat berlangsung secara kondusif.

b) Guru menanyakan tugas pertemuan yang lalu.

c) Guru membimbing siswa untuk mengkaji, memilah, dan merumuskan temuan / hasil pencarian informasi/ data.

d) Guru membimbing siswa untuk menyusun / membuat portofolio tayangan dandokumentasi

e) Guru menjelaskan aturan main dalam penyajian portofolio kelas.

f) Guru dan siswa berdiskusi merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan  show-case.

g) Guru menutup pelajaran.

 

4) Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan keempat

Hari / Tanggal : Kamis , 14 Februari  2019

Waktu : Jam V dan IV (09.15 – 10.25 WIB)

Tempat : Ruang Kelas IX-B

a) Guru menanyakan kesiapan siswa.

b) Guru dibantu oleh siswa mempersiapkan ruang untuk presentasi portofolio kelas.

c) Guru memberikan penjelasan kepada juri tentang tugas-tugasnya.

d) Guru bertindak sebagai moderator, mempersilahkan dewan juri (guru lain atau undangan) untuk mengamati portofolio kelas, baik tayangan maupun dokumentasinya.

e) Guru memimpin acara ini diawali dengan mempersilahkan kelompok I untuk menyajikan secara lisan portofolionya kurang lebih selama lima menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab  kurang lebih selama sepuluh menit. Demikian selanjutnya sampai dengan kelompok IV.

f) Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan hasil karyanya, guru memberikan ulasan tentang  materi yang di diskusikan  tadi, dan apa saja kekurangan serta kelebihannya.

g) Guru bersama siswa menyimpulkan inti materi. Sebagai refleksi diri siswa, bagaimanakah langkah yang harus mereka perbuat kedepan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme walaupun dalam era globalisasi.

 

c. Pengamatan (Observing)

Pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Dalam hal ini peneliti disamping berperan sebagai guru juga berperan sebagai pengamat. Hal ini disebut dengan participant observation. Selain itu peneliti juga dibantu oleh guru sejarah yang sebenarnya mengajar pada kelas tersebut untuk melakukan pengamatan terhadap cara mengajar peneliti dan reaksi siswa yang mengikuti pelajaran. Pada pengamatan siklus I ini dijumpai beberapa kekurangan diantaranya sebagai berikut.

1) Pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas.

a) mengelola ruang, waktu, dan fasilitas belajar

(1) Sumber belajar, dalam hal ini artikel yang dibagikan pada siswa kurang, sehingga mengganggu proses belajar.

(2) Pengaturan waktu kurang efisien.

(3) Kemampuan pemberian bimbingan secara keseluruhan belum seimbang.

b) Menggunakan strategi pembelajaran

(1) Penguasaan materi pelajaran baik.

(2) Penyampaian materi pelajaran cukup.

(3) Penggunaan metode pembelajaran cukup

(4) Keterampilan dalam mengadakan variasi mengajar cukup.

(5) Pemberian bimbingan masih kurang menyeluruh terhadap siswa.

Kegiatan pengamatan dan pelaksanaan tindakan dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Sambil melaksanakan tindakan, peneliti mengamati dan mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya (Arikunto,

dkk 2006:19). 57

(6) Kemampuan mengoordinasi kelas cukup.

(7) Guru sudah baik dalam memotivasi siswa.

(8) Guru dalam mengaktifkan siswa cukup.

(9) Guru dalam merespons pertanyaan siswa cukup.

(10) Dalam membagi kelas dalam beberapa kelompok guru kurang

efektif, karena pembagian kelompok dengan jumlah anggota yang banyak akan menimbulkan kegaduhan dan siswa tidak bisa terpusat pada tugasnya masing-masing.

(11) Dalam memberikan kesimpulan sudah baik.

2) Pengamatan terhadap siswa

a) Kesiapan siswa untuk menerima pelajaran masih kurang.

b) Suasana pembelajaran kurang kondusif.

c) Keantusiasan siswa dalam mengikuti pelajaran belum tercermin.

d) Keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat belum terlihat.

e) Kemampuan siswa dalam bertanya masih kurang.

f) Masih banyak siswa yang terlihat tegang sehingga siswa takut menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

d. Refleksi (Reflecting)

Pada pelaksanaan siklus I masih banyak kekurangan yang terjadi, maka langkah selanjutnya peneliti mengadakan refleksi diantaranya sebagai berikut. Tahap keempat merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan.

Kegiatan refleksi ini sangat tepat dilakukan ketika peneliti selesai melakukan tindakan (Arikunto, dkk 2006:19). 58

1) Mengatur waktu sebelum mulai pelajaran, mempersiapkan pokok bahasan yang diajarkan agar waktu dapat digunakan secara efektif dan efisien.

2) Membuat suasana yang lebih enak agar siswa berani mengemukakan pendapat, berani bertanya, serta dapat berpikir kritis.

3) Sebelum membuat empat kelompok besar dalam tugas pembuatan portofolio kelas, sebaiknya guru membuat beberapa kelompok kecil dulu agar mereka dapat menjalankan tugas secara efektif dan efisien, dan tidak terjadi kegaduhan di dalam kelas. Sesudah tugas itu dibagi dalam kelompok kecil, selanjutnya kelompok-kelompok tersebut bergabung menjadi empat kelompok besar untuk mengerjakan portofolio tayangan dan dokumentasi.

4) Guru memberikan bimbingan secara individual bagi siswa yang belum memahami tugasnya.

5) Sedikit mengubah variasi belajar dengan lebih banyak melibatkan siswa agar

mereka lebih terfokus pada penjelasan materi.

2. Pelaksanaan Siklus II

a. Perencanaan (Planning)

Perencanaan pada siklus II dilakukan dengan mengidentifikasi masalah serta menyiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan pada siklus II berdasarkan dari hasil refleksi pada siklus I.

1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan rumusan masalah.

2) Menyiapkan alat pembelajaran bagi siswa yaitu artikel tentang materi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan kelas.

3) Mengatur alokasi waktu agar sesuai dengan target yang telah ditentukan.

4) Menentukan pokok bahasan yang akan dijadikan materi bahasan pada  penelitian.

5) Mengembangkan skenario pembelajaran.

b. Tindakan (Acting)

Kegiatan pada siklus II dilaksanakan sama seperti pada siklus sebelumnya yaitu dalam 4 kali pertemuan. Perbedaannya terletak pada permasalahan yang akan dibahas dalam  setiap kelompok.

1) Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama

Hari / Tanggal : Rabu , 20  Februari 2019

Waktu : Jam III dan IV  (09.15 – 10.25 WIB)

Tempat : Ruang Kelas IX-B

a) Pada awal kegiatan guru selalu menanyakan kesiapan siswa serta serta pemahaman tentang materi yang telah diberikan sebelumnya.

b) Dengan pembelajaran yang sama guru melanjutkan menerangkan materi

tentang peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi.

c) Selesai menerangkan dan siswa sudah terlihat paham, guru mempersilahkan siswa untuk mengemukakan pendapat tentang persoalan-persoalan yang akan dibahas dalam diskusi kelompok.

Siklus II

Permasalahan Jumlah

1. Apa yang melatarbelakangi perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda serta sikap kita dalam menyikapi adanya perbedaan pendapat.

2. Apa tujuan pemanggilan 3 tokoh ke Dalat

3. tokoh –tokoh yang berperan dalam perumusan teks proklamasi

4. Kegiatan dalam pelaksanaan proklamasi

d) siswa dibagi ke dalam empat  kelompok

e) Guru menutup pelajaran.

 

 

2) pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan yang kedua

Hari / Tanggal : Kamis , 21 Februari 2019

Waktu : Jam V dan VI (10.35 WIB – 12.05 WIB)

Tempat : Ruang Kelas IX-B

a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa, mengecek absensi siswa serta mengondisikan kelas agar pembelajaran dapat berlangsung secara kondusif.

b) Setelah pada pertemuan yang lalu telah disetujui bersama tentang permasalahan yang akan dibahas pada  diskusi  di kelas, sekarang masing- masing diberi sumber bacaan sebagai wacana / sumber dalam menjawab atau mencari solusi sementara terhadap isu/ masalah yang telah disampaikan siswa.

c) Guru bersama siswa berdiskusi untuk mencari solusi sementara tentang masalah yang telah dikemukakan siswa

d) Guru membimbing siswa untuk menentukan sumber-sumber informasi berkenaan.

e) Setelah sebelumnya siswa dibagi menjadi 4  kelompok. Masing-masing diberikan tugas sebagai berikut :

Kelompok I . Pemanggilan 3 tokoh ke Dalat, Vietnam

Kelompok II . Peristiwa Rengas dengklok

Kelompok III . Perumusan Teks proklamasi

Kelompok IV. Pelaksanaan proklamasi.

 

f) Guru bersama siswa berdiskusi tentang tugas-tugas yang harus dilakukan

siswa di luar kelas antara lain mengumpulkan data melalui  pencarian data dari buku, artikel, koran, majalah dan internet.

g) Guru menutup pelajaran

3) Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan yang ketiga

Hari / Tanggal : Rabu, 27 Februari 2019

Waktu : Jam III dan IV  (10.35 – 12.05 WIB)

Tempat : Ruang Kelas IX

a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa, mengecek absensi siswa

serta mengondisikan kelas agar pembelajaran dapat berlangsung secara kondusif.

b) Guru menanyakan tugas pertemuan yang lalu.

c) Guru membimbing siswa untuk mengkaji, memilah, dan merumuskan temuan hasil pencarian informasi/ data.

d) Guru membimbing siswa untuk menyusun / membuat  dokumentasi

e) Guru menjelaskan aturan main dalam penyajian  dokumen di  kelas.

f) Guru dan siswa berdiskusi merencanakan dan  mempersiapkan  uraian dokumentasi

g) Guru menutup pelajaran.

4) Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan yang keempat

Hari / Tanggal : Kamis,  28  Februari  2019

Waktu : Jam V dan VI  (10.25 – 12.00  WIB)

Tempat : Ruang Kelas IX-B

a) Guru menanyakan kesiapan siswa.

b) Guru dibantu oleh siswa mempersiapkan ruang untuk presentasi portofolio kelas.

c) Guru dan siswa  bertindak sebagai moderator, mempersilahkan dewan juri (guru lain atau undangan) untuk mengamati portofolio kelas, baik tayangan  maupun dokumentasinya.

d) Guru memimpin acara ini diawali dengan mempersilahkan kelompok I untuk menyajikan secara lisan portofolionya kurang lebih selama lima menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan juri kurang lebih selama sepuluh menit. Demikian selanjutnya sampai dengan kelompok IV.

e) Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan hasil karyanya, guru memberikan ulasan tentang show-case tadi, dan apa saja kekurangan serta kelebihannya.

f) Guru bersama siswa menyimpulkan inti tema portofolio. Dan bersama-sama siswa melakukan refleksi diri.

g) Guru menutup pelajaran dan menyampaikan terima kasih atas partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran NHT

 

c. Pengamatan (Observation)

Berkat perubahan-perubahan yang telah dilakukan ternyata mendapat hasil yang sangat memuaskan. Pada siklus II ini siswa terlihat semakin aktif dalam mengikuti pelajaran serta dalam membuat tugas portofolionya. Suasana pembelajaran semakin kondusif dan rasa tanggung jawab siswa terhadap tugas- tugasnya semakin meningkat. Kesan umum pengamatan terhadap pembelajaran pada siklus II ini sudah baik, sehingga penelitian dapat dihentikan sampai pada siklus II.

d. Refleksi (Reflection)

Setelah melihat hasil penilaian dari dewan juri portofolio yang cukup baik dan pengamatan terhadap kegiatan siswa secara keseluruhan, peneliti menyimpulkan bahwa penelitian dihentikan sampai pada siklus II, karena hasil belajar sudah memenuhi target penelitian yaitu mengalami peningkatan. Peneliti berharap dan akan berupaya untuk terus meningkatkan serta menggunakan cara- cara yang sudah peneliti tempuh untuk materi lainnya, tentunya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.

 

 

 

 

 

 

B. Pembahasan

Setelah diadakan penelitian yang terdiri dari dua siklus dan ditempuh dalam 5 kali pertemuan dengan alokasi waktu 18  jam pel ajaran diperoleh hasil sebagai berikut.

a. Partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar dalam 2 siklus terjadi perubahan yang sangat besar.

b. Partisipasi siswa dalam menyerap materi pelajaran

Dalam penelitian ini, penerapan model pembelajaran  NHT,  terdapat perubahan nilai . lebih banyak yang tuntas. Dimaksudkan  untuk meningkatkan prestasi belajar siswa  dapat diketahui gambaran pertumbuhan prestasi belajar siswa selama proses pembelajaran. Hasil tersebut menujukkan bahwa pada siklus I, rata-rata persentase daya serap siswa terhadap materi pelajaran termasuk dalam kategori cukup baik yaitu sebesar  70 %. Walaupun termasuk dalam kategori cukup baik, akan tetapi peningkatan tersebut masih sangat kecil.

Peningkatan prestasi belajar siswa pada siklus I yang relatif kecil ini disebabkan karena pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis portofolio merupakan hal baru bagi siswa, yang sebelumnya pembelajaran didominasi oleh metode ceramah. Dalam pembelajaran dengan metode ceramah tersebut, siswa  tidak dilibatkan secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajarannya, dan aktifitas siswa cenderung hanya mendengarkan dan mencatat. Kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran akan berdampak pada hasil belajarnya, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

 Hal ini sesuai dengan pendapat Biggs dan Telfer (1994:228) salah satu hal yang berpengaruh pada kegiatan belajar adalah pengalaman. Karena siswa belum pernah mempunyai pengalaman melakukan kegiatan yang ada dalam model pembelajaran berbasis portofolio, maka mereka merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan tersebut.

Selain itu, menurut Dewey dalam Sardiman (2005:97), bahwa aktifitas sangat diperlukan dalam belajar. Tanpa adanya aktivitas, proses belajar tidak mungkin berlangsung dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan hasil belajar pada siklus I belum memenuhi indikator ketuntasan belajar klasikal. Berdasarkan hal tersebut, maka diadakan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus II, antara lain dengan menambah variasi kegiatan dalam mengatasi suatu masalah yang telah diambil kelas dan membagi kelas menjadi kelompok kecil terlebih dahulu sebelum mereka dibagi menjadi empat kelompok besar dalam satu kelas agar siswa lebih mempunyai tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya dan tidak menggantungkan diri kepada anggota kelompok yang lain. Rata-rata persentase daya serap siswa terhadap materi pelajaran pada siklus II mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan siklus I, yaitu sebesar 85,5 % dan termasuk dalam kriteria sangat baik

. Hal ini menunjukkan telah terjadi perubahan pada siswa ke arah yang lebih baik, karena siswa telah mengalami suatu proses belajar sehingga prestasi belajar mereka menjadi meningkat. Menurut Winkel (1991:162) “prestasi adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai”.

Adanya peningkatan persentase daya serap siswa terhadap materi pelajaran menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran  NHT,  dalam pembelajaran IPS  dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran NHT, siswa akan mengalami proses belajar yang efisien dalam arti siswa tidak akan memperoleh ilmu pengetahuan yang statis dan otoriter, melainkan siswa diharapkan akan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan berbagai keterampilan yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik, sesuai dengan apa yang dikatakan Budimansyah (2002:1) Sebagai suatu proses sosial pedagogis, portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran siswa baik yang berwujud pengetahuan (kognitif), keterampilan (skill), maupunnilai dan sikap (afektif).

Berdasarkan penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbasis
Kurikulum 2013 hasil yang di dapatkan mengalami peningkatan pada siklus I, data yang
diperoleh dari penilaian keterampilan (psikomotor) yang diambil pada saat kegiatan
pembelajaran pada siklus I diperoleh 22 siswa atau 70,97% mempunyai nilai keterampilan
tuntas dan 9 siswa atau 29,03% mendapatkan nilai tidak tuntas. Sedangkan penilaian dari
sikap yang diambil pada saat kegiatan pembelajaran pada siklus I, hasil penilaian afektif
yang ditunjukkan dari 31 siswa yang sudah menunjukkan sikap disiplin ada 20 orang,
tanggung jawab 20 orang, percaya diri 18 orang, jujur 17 orang, sopan 31 orang dan peduli
ada 20 orang, sedangkan siswa yang belum menunjukkan penilaian sikap disiplin ada 11
orang, tanggung jawab 11 orang, percaya diri 13 orang, jujur 14 orang, sopan 0 dan peduli
ada 11 orang.
.

Berdasarkan penilaian hasil belajar yang dilakukan setelah pembelajaran
berlangsung selama tiga kali pertemuan melalui tes akhir pada mata pelajaran IPS
diperoleh  hasil  sebagai  berikut:  nilai tertinggi 85, nilai terendah 40, nilai rata-rata 70,83.

Masih ada 10 siswa yang mendapat nilai di bawah ketuntasan belajar minimal (KKM).

 Analisis hasil belajar siswa pada IPS diperoleh rata-rata 70, nilai tertinggi 85, nilai terendah 40 ketuntasan belajar siswa 26 siswa arata rata 70,83%.

Berdasarkan kekurangan-kekurangan pada siklus I dan dilakukan perbaikan pada siklusII, setelah melakukan penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT )berbasis Kurikulum 2013 terjadi peningkatan penilaian keterampilan (psikomotor) sepertiyang ditunjukkan data yaitu, 30 siswa atau 96,78% mempunyai nilai keterampilan tuntas dan1 siswa atau 3,22% mendapatkan nilai tidak tuntas.

 Sedangkan penilaian dari sikap yang diambil pada saat kegiatan pembelajaran pada siklus II, hasil penilaian afektif yangditunjukkan dari 31 siswa yang sudah menunjukkan sikap disiplin ada 29 orang, tanggungjawab 27 orang, percaya diri 26 orang, jujur 26 orang, sopan 31 orang dan peduli ada 27orang, sedangkan siswa yang belum menunjukkan penilaian sikap disiplin ada 2 orang,tanggung jawab 4 orang, percaya diri 5 orang, jujur 5 orang, sopan 0 dan peduli ada 4orang. Berdasarkan data penilaian tentang hasil belajar yang dilakukan setelah pembelajaranberlangsung selama tiga kali pertemuan melalui tes akhir pada mata pelajaran IPS diperoleh hasil sebagai berikut: nilai tertinggi 90, nilai terendah 60, nilai rata-rata 76,94
Masih ada 3 siswa yang mendapat nilai di bawah ketuntasan belajar minimal (KKM).
Analisis hasil belajar siswa pada IPS diperoleh rata-rata 76,94, nilai tertinggi 90, Nilai terendah 60 ketuntasan belajar siswa 33 siswa 90 %.

Adanya peningkatan persentase daya serap siswa terhadap materi pelajaran tersebut menunjukkan bahwa indikator kinerja atau indikator keberhasilan dalam penelitian ini telah tercapai.

 

 

 

 

 

 

 

C. Komparasi Hasil Penelitian
Perbandingan hasil penelitian pra siklus, siklus I, siklus II setelah dilakukan pengamatan
saat proses kegiatan pembelajaran diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 1. Perbandingan Nilai Kognitif   Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

 

Rentang Nilai

           Pra Siklus

              Siklus I

             Siklus II

 

Presentase%

Frekuensi

Presentase%

Frekuensi

Presentase%

Frekuensi

40-45

25,81

8

  2.77

1

0,00

0

55-69

19,35

18

27,77

10

11,11

4

70-84

29,03

10

61,11

22

61,11

22

85-100

25,81

-

  8,33

3

27,77

10

Jumlah

100

36

100

36

100

36

 

 

 

 

 

 

 

Nilai Rata Rata

68.55

 

70,83

 

 

76,94

Nilai tertinggi

82

 

85

 

 

90

Nilai terendah

35

 

40

 

 

60

Berdasarkan data di atas pada siklus I ada kenaikan Nilai siswa Kelas IX-B

 

Berdasarkan hasil refleksi mulai dari pra siklus, siklus I sampai siklus II dengan
penerapan model pembelajaran
Numbered Heads Together (NHT) berbasis Kurikulum 2013
pada mata pelajaran IPS  dapat meningkatkan hasil belajar psikomotor, afektif dan kognitif,
memberikan kesempatan siswa untuk lebih memanfaatkan segala kegiatan yang dilakukan
pada saat pembelajaran dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitaian ini, peneliti
menerapkan model pembelajaran
Numbered Heads Together (NHT) berbasis Kurikulum
2013 dengan langkah-langkah sebagai berikut: guru memberikan nomor kepala sebagai
tanda pengenalnya. Dalam pembelajaran ini siswa diberikan tugas untuk dikerjakan,
kemudian di diskusikan secara bersama dan memilih jawaban yang di anggap paling benar.
Dalam proses pembelajaran ini guru hanya memfasilitasi kebutuhan dalam proses belajar
mengajar sehingga siswa mendapatkan jawaban dari materi yang diajarkan. Guru dalam hal
ini bukanlah satu-satunya sumber informasi, te
tetapi siswa pada saat melakukan kegiatan
diskusi akan menentukan jawaban yang di anggap paling benar sesuai dengan pemikiran
mereka sendiri. Setelah kegiatan pembelajaran model pembelajaran Numbered Heads
Together (NHT) berbasis Kurikulum 2013 dilanjutkan dengan penunjukkan siswa yang
dilakukan oleh guru.

Guru menunjuk siswa secara acak kemudian siswa tersebut diminta
maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusinya bersama kelompok sesuai
tugas yang diberikan guru tadi. Kegiatan menunjuk secara acak sesuai nomer kepala yang
diberikan guru sebelumnya bertujuan untuk melatih kesiapan siswa supaya pada saat
melakukan diskusi siswa tidak ramai sendiri dan fokus pada tugas sehingga siswa juga akan
memahami materi dengan baik. Selanjutnya guru menunjuk nomor kepala lain untuk
mempresentasikan hasil yang sudah didiskusikan tadi untuk membandingkan antara jawaban
siswa yang satu dengan yang lainnya untuk di komunikasikan di depan kelas untuk melatih
keterampilan bicara, praktik dan sebagainya agar siswa lebih percaya diri. Siswa yang belum
maju ke depan kelas juga sudah memiliki sikap yang baik yaitu menunggu dengan penuh
kesiapan dan juga tidak ramai serta disiplin.

Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbasis Kurikulum 2013
membuat siswa menjadi lebih memahami materi. Siswa juga melakukan kegiatan
berkelompok dengan sangat baik, siswa yang belum memahami jawaban yang di anggap
paling benar akan dibantu teman kelompoknya sehingga mereka semua mengerti dan siap
ketika guru ingin menunjuk secara acak. Siswa di dalam kelompok menunjukkan sikap yang
baik ketika temannya belum mengerti akan jawaban yang dipilih, anggota lainnya membantu
menjelaskan dan membantunya sehingga di dalam kelompok terjalin ikatan yang bagus.
Hasil belajar pada siklus I terdapat peningkatan mulai dari pra siklus, siklus I, maupun
siklus II. Siklus I merupakan uapaya perbaikan dari pra siklus, begitupun siklus II merupakan
perbaikan dari refleksi siklus I. Pada siklus II terdapat kenaikan hasil belajar apabila
dibandingkan dengan pra siklus dan siklus I

. Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti dari hasil belajar siswa pada pra siklus hanya terdapat 17 siswa yang memperoleh nilai ketuntasan (54.84%), siklus I naik menjadi 25 siswa yang mendapat nilai ketuntasn (70.83%), dan siklus II mencapai 32 siswa mendapat nilai ketuntasan 76.94%). Presentase hasil belajar siswa yang belum tuntas pada pra siklus adalah 14 siswa (45.16%), siklus I terdapat 1  siswa (25.81%) dan siklus II  sudah tidak ada lagi  nilai siswa dibawah KKM. Hasil belajar yang diperoleh mengalami kenaikan dari siklus I.

Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar, hal ini sesuai dengan hasil penelitian Jamalong (2012) bahwa hasil belajar siswa kelas XA sesudah dilaksanakan tindakan dengan Model Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini dapat dilihat dari nilai Post Test siswa setelah dilaksanakan siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan. Pada siklus 2
indikator keberhasilan yang ditentukan dapat tercapai, sebanyak 20 siswa (54,82%) sudah
mencapai ketuntasan dalam belajar, nilai minimal yang diperoleh siswa 64, dan nilai
maksimal yang diperoleh siswa 90 dari KKM yang ditetapkan, yaitu 70. Menurut Suandewi
& Wibawa (2017) rata-rata persentase hasil belajar pada pra siklus sebesar 62,57% berada
pada kategori rendah dan meningkat pada siklus I menjadi 72,70% berada pada kategori
sedang. Terjadi peningkatan dari hasil refleksi awal ke siklus I sebesar 10,13%. Setelah
dilaksanaka perbaikan tindakan pada siklus II rata-rata persentase hasil belajar menjadi
85,13% berada pada kategori tinggi. Terjadi peningkatan rata-rata persentase hasil belajar
IPA dari siklus I ke siklus II sebesar 12,43%. Sedangkan Adnyana , Sumantri, & Suwatra
(2014) terlihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata hasil belajar siswa dari 65,80%
atau berada pada kategori cukup dengan ketuntasan belajar sebesar 58,06% pada siklus I
menjadi 73,50% atau berada pada kategori baik pada siklus II dengan ketuntasan belajar
sebesar 83,87%. Adapun persentase peningkatan rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus
II sebesar 8,02%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model
pembelajaran Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar

Berdasarkan hasil penelitian mengenai penggunaan model pembelajaran Numbered
Heads Together (NHT) di atas, terdapat kesamaan yaitu peningkatan hasil belajar siswa
menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Hasil belajar akan
lebih meningkat jika menggunakan model pembelajaran yang berbeda yaitu model
pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbasis Kurikulum 2013.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

              BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP  Negeri 1 Simanindo Kabupaten  Samosir   pada siswa kelas IX –B   tahun pelajaran 2018/2019  dengan penerapan  model  pembelajaran kooperatif tipe NHT  dapat diketahui penigkatan prestasi belajar yang diperoleh siswa pada siklus I yaitu nilai rata-rata kelas 70,83 menjadi bertambah pada siklus II, nilai rata-rata kelas mencapai 76,94. Dari uraian pada bab sebelumnya, dapat diambil simpulan sebagai berikut.

1. Prestasi belajar IPS  pada siswa kelas IX -B SMP Negeri 1 Simanindo Kabupaten Samosir  sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, mempunyai nilai rata-rata kelas 66. Pada saat model pembelajaran dirubah dari model ceramah menjadi kooperatif tipe NHT, prestasi belajar siswa meningkat menjadi 70,83  pada siklus I dan 76, 94 pada siklus II.

2. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT  dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus. Dalam hal ini kelas dibagi menjadi empat kelompok yang mempunyai tugas masing-masing untuk membahas persoalan yang telah disepakati oleh kelas. Hasil pekerjaan mereka berupa  portofolio  yang nantinya akan mereka presentasikan di depan guru dan siswa satu kelas.

 

 

 

 

B. Saran

Setelah melaksanakan penelitian, saran yang dapat penulis  ajukan adalah   sebagai berikut.

1. Variasi model pembelajaran diperlukan oleh guru untuk menghindari  kejenuhan  siswa.

2. Perlu diadakannya sosialisasi model pembelajaran model  koopearitf tipe NHT  yang tergolong  baru di Indonesia agar para tenaga pengajar bisa memahami dan dapat menerapkan secara baik di lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

                   

 

DAFTAR PUSTAKA.

Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Manurung, M. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Gramedia.

Mulyasa, E. 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Purwanto, M. Ngalim. 2002. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Ridwan, Sa’adah. 2002. Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru. Bandung:Basic Education Project.

Yuanita, Eva. (2011). Model Pembelajaran Number Heads Together, (Online). Tersedia: http://rumahdesakoe.blogspot.com/2011/05/model-pembelajaran-numbered-heads.html. (3Mei 2011).

Nardi. (2011). Pembelajaran Number Head Together, (Online). Tersedia: http://nardishome.blogspot.com/2011/04/pembelajaran-numbered-head-together-nht.html. (18 April 2014).

Suharya, Toto. 2016. http://www.diaguru.com. (20 Agustus 2016)

 

 

 

 



UDL( Universal Desain for Learning)

                                          Universal Design for Learning #GBBUDL #gtkdikmendiksus #kemdikbudristekdikti    1. Pengertian  UDL...