oleh
Friska Panjaitan, S.Pd
Guru SMPN 1 Simanindo
CGP Samosir
Perubahan zaman yang semakin maju mempengaruhi segala seluk beluk bidang kehidupan, terkhusus bidang pendidikan. Budaya positif sangat penting untuk dikembangkan pada pembelajaran peserta didik, mengingat pada masa ini adalah masa penting dalam menanamkan nilai-nilai yang positif untuk anak-anak yang kelak akan dibawanya sampai dewasa. Budaya positif akan membentuk karakter-karakter anak yang bagus, karakter-karakter inilah yang akan membentuk kepribadian anak ketika tumbuh dewasa. Budaya positif juga menjadi filter bagi anak-anak dalam menghadapi zaman modern seperti sekarang dan semua serba digital. Menerapkan budaya positif untuk dilakukan melalui keteladanan dan pembiasaan sehari-hari. Budaya positif yang kita terapkan berbeda dengan apa yang pernah kita dapatkan di masa lampau, mungkin kita dulu sering dihukum atau dihardik karena kesalahan yang kita tidak sengaja karena memang kita tidak tahu. Hukuman ini merupakan kontrol orang tua atau guru ketika kita berbuat salah. Hal tersebut tentu sudah tidak dapat diberlakukan di zaman sekarang ini, kita kembangkan budaya positif ini melalui tindakan-tindakan yang positif, kata-kata yang positif, mengajak diskusi anak tentang tindakan mereka, berbagi dan menemukan solusi bersama untuk menyelesaikan akibat dari tindakan mereka. Sehingga budaya positif akan timbul karena dorongan dalam diri anak bukan karena takut akan hukuman dari guru atau orang tua. Seorang guru dituntut untuk mampu menjadi agen yang bisa menggerakkan peserta didik untuk menumbuhkan budaya positif pada peserta didik. Membangun budaya positif oleh seorang guru dapat dimulai dengan membuat kesepakatan – kesepakatan dengan peserta didik untuk dijalankan bersama. Kesepakatan – kesepakatan kelas yang dimaksud adalah berupa harapan – harapan dari guru, harapan – harapan dari peserta didik yang dirancang oleh guru dan peserta didik secara bersama - sama yang berisi aturan – aturan yang membantu guru dan peserta didik bekerja sama dalam proses pembelajaran, dengan harapan semuanya bisa menaati dan konsisten dilaksanakan. Keyakinan kelas ini dibuat dan disepakati oleh semua warga kelas. Sehingga hal ini akan menumbuhkan hal-hal positif di kelas.
B. TUJUAN
- Menumbuhkan Karakter murid melalui budaya positif
- Menanamkan budaya positif yang akan menjadi bekal hidup untuk murid selamat dan bahagia
- Mewujudkan keyakinan kelas sebagai pembiasaan yang terpola secara otomatis dan membantu mewujudkan profil pelajar Pancasila.
- Menumbuhkan sikap tanggungjawab melalui keyakinan kelas yang telah dibuat Bersama
C. TOLAK UKUIR
1. Melalui keyakinan kelas yang dibuat Bersama dengan peserta didik akan terlihat sikap tanggungjawab terhadap apa yang telah disepakati Bersama dalam keyakinan kelas
2. Guru dan siswa konsisten dalam menjalankan keyakinan kelas yang telah disepakati bersama
D. LINIMASA TINDAKAN
1.Melakukan implementasi pembuatan keyakinan kelas pembelajaran IPS Bersama murid dalam bentuk poster yang ditempel pada bagian depan kelas sehingga semua siswa dapat melihat, mengingat dan kemudian tidak lupa untuk melaksanakannya dan akhirnya menjadi kebiasaan/karakter positif dan akan menjadi budaya positif sekolah.
2.Pendekatan persuasif melakukan pengimbasan budaya positif kepada rekan-rekan sejawat melalui pertemuan dewan guru di sekolah berkolaborasi dengan guru dan kepala sekolah.
E. DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN
1. Dukungan dari semua pihak (Kepala Sekolah, guru, karyawan, peserta didik)
2.Komitmen dari semua pihak dalam melaksanakan budaya positif di sekolah

