Refleksi
Terbimbing Modul 3.3.a.6
Pengelolaan
Program yang Berdampak pada Murid
Oleh
Friska
Panjaitan, S.Pd
CGP
Samosir
- Apa yang menarik
bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada
murid?
Setelah mempelajari modul ini saya mendapat pengetahuan dan juga
pemahaman baru tentang bagaimana menyusun sebuah program yang berdampak pada
murid, yang ternyata tidak mudah. Ada SOP yang harus dijalankan terutama dalam
hal perencanaan yang menggunakan MELR yaitu monitoring, evaluation, Learning
dan reporting. Setelah itu barulah menganalisis manajemen resiko yaitu 5 tipe
resiko.
Hal yang menarik adalah bahwa ketika kita memiliki sebuah
program atau ide akan sebuah program yang akan dikembangkan di sekolah haruslah
bermula dari pemetaan aset atau sumber daya di sekolah, barulah sebuah program
akan lebih terarah dan memiliki tingkat kesuksesan dan keberhasilan yang
tinggi. saya selama ini banyak memiliki ide atau program yang ingin saya ajukan
ke sekolah namun program tersebut belum berdasarkan analiasis pemetaan 7 aset
atau modal sekolah
Hal menarik lainnya adalah bagaimana pendekatan inkuiri
apresiatif mode BAGJA menjadi bagian penting dalam tahapan mendesain program
yang bedampak pada murid. Dalam sesi ini pemahaman saya tentang BAGJA semakin
meningkat setelah sebelumnya di sesi modul 3.2 juga menggunakan model BAGJA
sebagai rancanagn aski nyata.
- Apa hal-hal baru
yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program
yang berdampak pada murid?
Ada beberapa pengetahuan baru yang saya dapatkan terutama dalam hal perencanaan program di sekolah, hal-hal tersebut memang sudah tidak asing lagi bagi saya, karena sering saya mendengar istilah tersebut baik di sekolah maupun di luar keseharian mengajar di sekolah. Namun, dalam sesi diklat ini saya mendapat pengetahuan yang utuh dan komprehensif mengenai bagaimana sebuah program itu disusun, dievaluasi hingga dibuat pelaporannya.
Learning atau pembelajaran merupakan sebuah proses refleksi yang harus
dilakukan dalam sebuah program sekolah sebagai sebuah kerangka kerja
pembelajaran (Learning) yang membahas aspek utama yang perlu dipertimbangkan
ketika meninjau suatu pengalaman atau sebuah program. Learning ini terdiri atas
empat tahapan yaitu:
- Fact
(Fakta ): Catatan objektif tentang apa yang terjadi
- Feeling
(Perasaan): Reaksi emosional terhadap situasi
- Finding
(Temuan): Pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut
- Future
(Masa Depan): Menyusun pembelajaran digunakan di masa depan
Reporting, atau pelaporan Pentingnya analisis
manajemen resiko dari sebuah program yang dibuat. Resiko-resiko tersebut antara
lain:
· 1. Resiko strategis, resiko yang berpengaruh terhadap kemampuan
organisasi mencapai tujuan
· 2. Resiko operasional, resiko berhubungan
dengan kelangsungan proses manajemen
· 3. Resiko Finansial, merupakan resiko yang
mungkin akan berakibat pada berkurangnya asset
4.
Resiko Pemenuhan, resiko yang berkaitan dengan kemampuan proses dan prosedur
internal untuk memenuhi hokum dan peraturan yang berlaku
5.
Resiko Reputasi, yaitu resiko yang berdampak pada reputasi lembaga
Pentingnya 5 konsep
atau strategi desain program yaitu Aim (dampak yang diinginkan), Objective (tujuan;
outcome yang diinginkan), Output, yaitu hasil cepat yang diraih dari satu
kegiatan yang dapat berkontribusi terhadap tujuan yang ingin dicapai
(objective). Activities, yaitu kegiatan program atau kegiatan proyek yang
sedang dilakukan sebagai proses memperoleh output yang diinginkan. Inputs,
yaitu semua yang diperlukan selama melakukan kegiatan program atau proyek,
seperti manusia, keuangan, organisasi, teknis, dan semua sumber daya sosial
- Perubahan apa yang akan Anda lakukan setelah memahami
atau mempelajari materi ini?
Perubahan yang akan
saya lakukan adalah merancang program yang berdampak pada murid sesuai dengan
kriteria langkah atau prosedur yang telah saya pelajari di modul 3.3 ini yaitu
menggunakan tahapan BAGJA, MELR, 12 prinsip monitoring dan evaluasi, 5 strategi
desain program dan analsis manajemen resiko.
Selain itu juga saya
harus melakukan pemetaan aset yang potensial di sekolah sebelum mendesain
sebuah program yang berdampak pada murid, ataupun sebelum saya mengadopsi
sebuah program dari sekolah lain. Karena sebuah program yang sukses di sekolah
lain, belum tentu akan sukses atau sesuai untuk diterapkan di sekolah saya. Hal
yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisis dampak program secara komprehensif
untuk siswa baik dari segi keuntungan atau sisi positif maupun resiko resiko
yang mungkin muncul.
4.Apa yang menantang
bagi Anda untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini?
Saya menyusun program sederhana yang
melibatkan murid dan orang tua dan dalam penyusunan program yang berdampak pada
murid saya menggunakan pendekatan BAGJA dalam pengelolaan sumber daya sekolah.
Saya optimis bahwa dengan pendekatan BAGJA akan memberikan solusi alternatif
atas permasalahan siswa di sekolah. Kita dapat mengidentifikasi dan
menginventarisasi kekuatan yang ada untuk dimaksimalkan dengan cara menyusun
program yang diawali dari perumusan tujuan berupa pertanyaan sekolah yang
diimpikan hingga memetakan potensi yang mungkin bisa dioptimalkan dengan
bercermin pada evaluasi hasil kegiatan sebelumnya sebagai gambaran penyusunan
program terutama dalam mengantisipasi segala kemungkinan resiko yang akan
terjadi, sehingga kita siap apabila rencana yang dijabarkan belum menemui hasil
yang diharapkan dengan menyiapkan rencana alternatif untuk melakukan eksekusi
kegiatan
5. Sumber-sumber
dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak
pada murid.
Dalam rangka
mewujudkan lingkungan belajar yang dapat menumbuhkan program yang berdampak
pada murid, guru dan sekolah tentunya tidak dapat bekerja sendiri. Mereka akan
memerlukan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari komunitas. Yang
dimaksud dengan komunitas di sini dapat terdiri dari murid, guru, orang tua,
orang dewasa lain yang ada di sekitar murid, dan masyarakat atau lingkungan
sekitar.
Semoga Bermanfaat...
Salam dan Bahagia



Tidak ada komentar:
Posting Komentar